Jumat, 17 April 2009

INDIEFEST VOL.3


Sebuah kompilasi punya potensi untuk jadi album yang menyenangkan. Pasalnya, di dalam album tersebut, kita bisa menemukan beraneka ragam musik. Nggak terpaku pada satu warna semata.

Hal ini juga terjadi di album ini. Total 10 band yang menyumbangkan lagunya di album LA Light Indiefest Compilation Vol. 3 ini benar-benar tampil dengan warnanya masing-masing. Dan, rata-rata berbeda satu sama lain.
Beringas-nya C.U.T.S. sangat cocok dijadikan singel pembuka. Bermodalkan intro yang unik dan agak nakal, band asal Bandung ini mampu membuat pendengar tertarik untuk terus mendengarkan lagu lain di album ini.
Lantas ada I Don’t Care-nya Morning Blue yang menawarkan vokal menarik dengan cengkok yang mirip Giring Nidji. Morning Moon-nya Arcoirish yang sangat bernuansa british. Vickyvette yang style-nya mengingatkan kita band-band indie lokal ’90-an, dan Nemesis yang muncul dengan style metalcore dan jadi terasa “istimewa” di banding barisan lagu lainnya.
Barisan lagu di atas cukup punya potensi untuk dikenal. Namun, masih kalah menohok kalo dibanding Simon Says She Was Beautiful-nya Wai Rejected dan Karena Dia-nya The Banery. Entah kenapa, dua lagu ini jadi terasa spesial. Dengan aransemen yang pas dan pemilihan not yang tepat, bukan nggak mungkin lagu ini banyak disuka. Meski yang disebut terakhir masih sedikit mengingatkan kita pada Naif.
Hal yang nggak jauh beda bisa terdengar di singel Baik Untukku milik Sister Morphin. Muncul dengan aransemen yang “mahal” bikin nih lagu nggak lantas jadi standar. Begitu juga dengan Menari-nya Tiga Pagi yang muncul dengan sentuhan etnik yang nggak kampungan. Hasilnya cukup menyegarkan meski durasinya rada kelamaan.
Overall, album yang juga menampilkan Last Ellise sebagai salah satu pengisinya ini cukup menarik disimak. Bolehlah dicari, karena bisa digunakan menambah wawasan musik. Sekaligus bisa jadi bukti kalo musik Indonesia nggak stagnan dan masih terus berkembang.

Sabtu, 11 April 2009






Sepeda Low Rider pertama kali di perkenalkan pada tahun 1960an, sepeda ini pertama kali di perkenalkan oleh The “custom” king George Barris, sebelum menemukan sepeda low rider si Tuan King ini pekerjaanya adalah menceperkan mobil, Memang saat itu virus Mobil Low Rider sedang mewabah di kalangan anak muda Amerika, Tetapi trend itu hanya bisa dirasakan oleh anak2 muda dari keluarga kaya saja karena untuk membuat sebuah mobil low rider membutuhkan uang yang tidak sedikit, sementara anak2 dari kalangan bawah hanya bisa melongo.

Melihat situasi seperti itu si King mendapatkan ide dengan mencoba membangun sebuah sepeda yang mengacu pada kesan low rider, untuk eksperimen pertama kali si King menerapkan pada sepedanya. Mulailah si King ini memperkenalkan kreasinya dari situ bisa di tebak banyak anak2 dari keluarga yang kurang mampu beralih berkreasi membuat sepeda low rider.

Melihat peluang trend sepeda LR yang mulai di gandrungi akhirnya pada tahun 1963 pabrik sepeda SCHWIIN untuk pertama kalinya mengeluarkan model revolusi baru “New Cruiser STING RAY, model ini dibuat mengacu pada model motor model dragster yang sedang ngetop pd saat itu.Karena model tersebut nyaman di kendarai begitu juga dengan desainnya yg unik maka model tersebut menjadi booming dan digemari oleh anak2 muda.
Dikalangan sekelompok anak muda di daerah selatan Los Angeles Chicanos sepeda Low Rider banyak yang telah di modifikasi seperti framenya, fork di buat spring fork trus dikasih tambahan spion dan yang paling extreme adalah frame di buat lebih ceper / pendek lagi, tapi kebanyakan dari mereka adalah memendekannya. Pabrikan sepeda Schwiin juga tidak mau kalah terispirasi kaum latin yang suka blink-blink maka mereka menambahkan lapisan krom pada sepeda buatannya seperti mobil2 low rider.

Jalur Gaza


Belakangan ini kita pasti sering mendengar ramainya konfilk antara Israel dan Palestina yang ada hubungannya dengan Jalur Gaza.

Sebelumnnya apakah Anda tahu apa itu Jalur Gaza?

Jalur Gaza terletak di daerah pesisir sepanjang laut Mediterania. Daerah ini berbatasan dengan beberapa negara seperti Mesir, Israel, dan Palestina.
Jalur Gaza secara internasional bukan milik negara manapun. Tetapi dinyatakan oleh Palestina sebagai wilayahnya.
Maka dari itu sering terjadi perang untuk memperebutkan Jalur Gaza, berikut ini sejarah pemegang kendali Jalur Gaza:

* Ottoman and Inggris (1517-1948)
* Mesir (1948-67)
* Israel (1967-1994)
* Palestinia (1994-2007)
* Hamas (2007-present)

Israel masih menguasai wilayah udara, air, dan lepas pantai Gaza sampai tahun 2005. Dengan begitu Israel, yang bertentangan dengan Hamas, dapat mengontrol keluar masuknya bahan baku yang melewati Gaza, termasuk makanan.

Source: Wiki

Minggu, 07 Desember 2008

belum ada judul

Aku baru ja bkin blog ini so jangan kecewa klo masuk trus g da isnya